Javier Zanetti Ingin Gantung Sepatu Di Inter Milan

Javier Zanetti Ingin Gantung Sepatu Di Inter Milan

Javier Zanetti Ingin Gantung Sepatu Di Inter Milan  – Kapten Internazionale Milan Javier Zanetti berharap bisa melanjutkan karir persepakbolaannya di klub tersebut. Meski demikian ia mengaku siap mengambil keputusan penting untuk pensiun di akhir musim dan melanjutkan pekerjaannya di dunia kepelatihan.

Pemain berusia 40 tahun, mengakui bahwa ia ingin terus melanjutkan karirnya di Inter, namun tidak menutup kemungkinan profesinya bakal beralih sebagai pelatih bila selepas pensiun nanti.

Mantan punggawa tim nasional Argentina itu baru saja kembali setelah didera cedera panjang pada musim lalu dan fokus utamanya saat ini adalah mengembalikan kondisi kebugarannya yang masih terus berlanjut hingga sampai saat ini.

Kendati demikian, Zanetti sangat berharap bahwa rasa kecintaannya terhadap Nerazzurri dapat bertahan lama, dan mencari petualangan yang baru dengan beralih profesi menjadi pelatih di salah satu pusat latihan tim di Appiano Gentile, saat ia mengambil keputusan akhir karirnya nanti.

“Sejujurnya, saya sama sekali tidak tahu apa yang akan saya lakukan selepas pensiun nanti, namun saya selalu mengatakan bahwa petualangan saya ingin tetap berada di dalam keluarga Inter Milan,” tutur pemain yang kondisi staminanya sungguh luar biasa tersebut.

“Saya pikir segala sesuatunya bisa akan terpecahkan bila waktunya nanti telh tiba. Ini semua juga tergantung dari presiden baru (Erick Thohir). Namun di segi lain, saya tidak akan menyangka bila suatu hari nanti akan menjadi pelatih.

“Saya hanya berupaya menekankan kepada anda bahwa pokok utama saya saat ini adalah menyelesaikan karir dengan cara yang indah. Mungkin keputusan akhir bisa berjalan dengan sendirinya untuk menentukan masa depan saya.”

Ketika ditanya mengenai karirnya yang luar biasa, Zanetti secara rendah hati mengakui bahwa keberhasilannya di atas lapangan dilalui dengan sebuah sikap dan perilaku yang positif.

“Rasa semangat, etos kerja dan rasa kecintaan saya terhadap profesi ini merupakan salah satu rahasia saya,” ungkap pemain serba bisa tersebut. “Dan pada hari ini, saya mengungkapkan salah satu ambisi yang mungkin akan sangat berguna, yaitu menjadi salah satu solusi bagi rekan-rekan yang lain.”

Sementara itu pelatih Walter Mazzarri yang juga menyoroti kepemimpinan sang legenda Inter sangat baik dan ia bahkan berharap semua pemain Nerazzurri bisa meneladani pemain asal Newell’s Old Boys tersebut.

Dalam kesempatan yang lain, Mazzarri juga mengungkapkan niatannya untuk memboyong mantan anak asuhnya, Ezequiel Lavezzi, yang dianggap sangat berpotensi besar untuk mengangkat performa Inter Milan pada periode kedua di tahun depan.

Pemain berusia 28 tahun itu kontraknya dengan Paris Saint-Germain akan berakhir pada 2016, namun Mazzarri menganggap hal ini bisa dimanfaatkan olehnya, mengingat sang pemain sedang membutuhkan kontribusi penyerang berpengalaman dan ditambah Lavezzi kerap kali kesulitan untuk mendapatkan tempat di tim utama asuhan Laurent Blanc pada musim ini.

Mazzarri mengaku sama sekali tidak menolak bila dikaitkan dengan Lavezzi, yang sempat menjadi anak asuhnya selama tiga musim di Napoli, namun proses perpindahannya dari klub ibukota Prancis itu tentu tidak akan pernah mudah.

“Jika saja Lavezzi melakukannya seperti di Napoli dan kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain, karena ia merupakan salah satu pemain serba bisa bagi klub mana saja,” puji Mazzarri.

“Tetapi mengatakan bahwa Inter wajib untuk membelinya, mungkin, sejauh ini harus ada segala pertimbangan masak-masak.”

Dengan adanya Diego Milito dan Mauro Icardi yang kembali berada di ruang perawatan karena cedera, maka Inter harus tampil dengan kondisi penyerang yang sangat minim dan Mazzarri berharap dapat mengatasi situasi ini dengan lembut dan berupaya untuk mempertajam serangan timnya sejauh ini.

“Kembali pada musim panas, mungkin kami masih memiliki Milito dan Icardi. Namun untuk saat ini mereka masih mengalami cedera,” lanjutnya. “Kami benar-benar membutuhkan peran penting di lini depan, mengingat kedua pemain itu juga beroperasi di sektor yang sama.

“Tentu saja keputusan klub bukan tidak ingin merekrut pemain, tetapi memang ada pemain depan kami yang kualitasnya sangat baik, sedang mengalami cedera.

“Hingga Januari nanti, kami akan bekerja semaksimal mungkin. Di samping itu, dengan pemain-pemain yang ada saat ini, kami merupakan salah satu tim Serie A yang paling banyak memasukkan gol.”