SBObet Casino Indonesia Sol Campbell Kritik Sepak Bola Inggris

SBObet Casino Indonesia Sol Campbell Kritik Sepak Bola Inggris

SBObet Casino Indonesia Sol Campbell Kritik Sepak Bola Inggris – Mantan punggawa Tottenham Hotspur, Arsenal dan tim nasional Inggris Sol Campbell berniat untuk menekuni sebuah bakat baru. Walau demikian ia ingin menimba ilmu pendidikan kepelatihan di luar negeri, ketimbang tetap bertahan di Inggris yang dianggapnya sudah ‘kuno’ dan memiliki hubungan buruk dengan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA).

Campbell, mencatatkan karir di tingkat internasional sebanyak 73 pertandingan, sedang bekerja keras untuk bisa mendapatkan lisensi A kepelatihan, kualifikasi pembinaan tertinggi kedua di Eropa.

Tetapi ia mempercayai perilaku umum dalam sebuah permainan profesional berarti ‘tidak ada kesempatan’ bagi dirinya  di negara yang hanya memiliki empat pelatih berkulit hitam – Chris Hughton, Paul Ince, Chris Powell dan Chris Kiwomya – yang bekerja di empat divisi teratas.

“Saya ingin mengawalinya dari kompetisi luar negeri,” ungkap Campbell. “Sama sekali tidak ada peluang bagi saya untuk menimba ilmu di Inggris – tidak, hingga perilaku dan sikap masyarakat berubah.

“Bahkan sudah sepatutnya setiap orang mulai bertanya mengapa tidak ada pelatih berkulit hitam yang cukup di negeri ini, dan mengapa orang-orang seperti Brian Deane (mantan pelatih Sheffield United dan Leeds United, sekarang bekerja di Norwegia) harus pergi ke luar negeri untuk memperoleh kesempatan lebih banyak.

“Saya telah berbicara dengan sejumlah pemain berkulit hitam yang ingin menekuni bidang kepelatihan, dan mereka pun merasakan hal yang sama – bahwa perilaku di Inggris masih sangat kuno. Saya berharap dan terus berdoa akan terjadi perubahan dalam lingkungan ini.”

Campbell juga mengecam FA, dengan mengatakan bahwa ia telah memberikan ‘hati dan jiwa’ ketika membela untuk tim nasional Inggris, tetapi ia menuduh badan sepakbola Inggris (FA) seolah-olah meninggalkannya ketika ia memiliki ‘masalah’ mengenai sesuatu hal yang tidak diungkapkan secara detil.

“Mereka memang mencoba untuk membantu permasalahan saya, namun mereka sama sekali tidak ada yang proaktif,” kenang Campbell.

“Bahkan selepas hal itu, saya ingin memberikan sesuatu hal yang dapat saya miliki untuk sebuah perencanaan di tim nasional Inggris, dan mereka mengatakan sangat tertarik, namun kesekian kalinya hal itu tidak mendapat tanggapan yang baik dan berakhir dengan dingin.

“Tiba-tiba, justru yang muncul sebagai asisten manajer adalah Gary Neville. Hal ini jelas memperlihatkan bahwa mereka hanya menginginkan orang-orang baik yang tidak akan menyebabkan masalah pelik bagi mereka.

“ Saya mengulurkan sebuah perdamaian dan hal itu bisa saja rusak, namun kini saya berharap hal itu bisa saya lupakan dan saya siap mengambil langkah positif untuk memperoleh kesempatan di tempat lain.”

Penuturan dari Sol Campbell ini tentu saja sangat mengejutkan, mengingat Inggris merupakan salah satu negara yang tercatat minim dalam aksi rasis atau pun tindakan rasial ketimbang negara-negara tetangga seperti Italia dan Spanyol dan tentu dapat menjadi suatu dilema di masa mendatang bila tidak terjadi perubahan.