Sturridge Hanya Butuh Main di Posisi Favorit Untuk Tampil Tajam

Sturridge Hanya Butuh Main di Posisi Favorit Untuk Tampil TajamSturridge Hanya Butuh Main di Posisi Favorit Untuk Tampil Tajam – Walau harus tertinggal dari Luis Suarez soal gol yang dicetak ke gawang lawan, Daniel Sturridge nyatanya juga tampil tajam sepanjang musim. Keputusan manajer Liverpool Brendan Rodgers memainkannya di posisi natural terbukti tepat dalam pertandingan yang ia jalani.

The Reds jelas beruntung punya dua striker yang sama-sama tajam. Suarez tengah memuncaki daftar pencetak gol Liga Inggris dengan 23 gol yang ia cetak ke gawang lawan, sementara Sturridge di urutan ketiga dengan 15 gol yang ia cetak ke gawang lawan.

Sturridge total sudah mencetak 17 gol dalam 19 pertandingan di semua kompetisi sepanjang musim. Sejak pindah dari Chelsea pada musim lalu, ia telah membukukan 28 gol dari 35 pertandingan bersama Liverpool. Sebagai perbandingan saja, dari 96 pertandingan di semua kompetisi bersama Chelsea, ia hanya mampu menorehkan 24 gol saja.

Penyebab utamanya tak lain karena di Chelsea ia tak diberi peran sebagai penggedor utama tim. Area operasinya pun lebih banyak di sayap dalam menjalani pertandingan, berbeda dengan di Liverpool kini di mana ia lebih banyak berada di area tengah dan dipercaya jadi ujung tombak dalam pertandingan. Bermain di posisi kesukaan membuat Sturridge bisa tampil alami dan bermain berdasarkan insting yang dia punya.

“Saya tidak pernah yakin apakah saya akan bermain sebagai seorang penyerang di Chelsea karena orang-orang tidak memercayai saya dalam bertanding.”

“Saya saat itu sering diminta bermain di posisi berbeda dan melakukan tugas untuk tim dalam pertandingan, tapi setelah lama jadi penyerang kemudian diminta untuk bertukar posisi dan bermain di sayap itu tidak mudah. Karena secara mental Anda akan bermain seperti yang sebelumnya Anda lakukan dan saya bermain berdasarkan insting yang saya punya.”

“Saya pikir sekarang saya bemain seperti yang saya lakukan saat masih bocah tapi saya belum pernah mendapatkan kesempatan untuk melakukannya. Ketika saya bermain sebagai sayap di Chelsea saya terlalu berlebihan memikirkannya karena saya tidak terbiasa melakukan itu di posisi sayap.”

“Semuanya hanya soal sepersekian detik saja, ketika Anda harus memutuskan apakah Anda melakukan ini atau itu dalam pertandingan, sementara sekarang saya hanya bermain dengan insting saya.”

“Saya hanya melakukan hal yang natural di atas lapangan, menampilkan permainan alami saya dan melakukan banyak hal dengan alami. Seperti gol saat melawan Aston Villa yang lalu, itu terjadi begitu cepat sampai saya harus menonton videonya setelah pertandingan untuk melihat apa yang telah saya lakukan dalam pertandingan.”

Sturridge yang mencetak gol ke gawang Aston Villa medio Agustus tahun lalu disebut-sebut salah satu gol terbaik yang dilakukannya, yang membawa Liverpool menang 1-0 pada pertandingan itu. Prosesnya terbilang baik, mula-mulanya Sturridge berada jauh dari kotak penalti dan tampak hanya berlari-lari kecil tanpa arah yang pasti.

Tapi ia tiba-tiba meningkatkan kecepatannya mengarah ke jantung pertahanan Aston Villa setelah melihat ada ruang sempit di depan gawang. Di sanalah ia menerima umpan silang Jose Enrique di sisi sayap. Sempat melewati satu bek dan kiper lawan, pemain kelahiran Birmingham itu kemudian mengakhiri dengan sontekan kaki kiri ke gawang.